Kategori
Recreation

Wisata Pantan Terong Takengon

Adaptasi Baru, Wisata Pantan Terong Takengon Makin Ramai Dikunjungi

Wisata Pantan Terong Takengon – Wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi obyek wisata Pantan Terong, di Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh harus melakukan empat hal menarik.

Sejak Virus Corona atau COVID-19 mewabah di Indonesia, hampir seluruh sektor kegiatan lumpuh. Ditambah lagi di sejumlah daerah sempat diterapkan dan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

Di Aceh sendiri, pemerintah provinsi bahkan telah mengambil langkah lebih awal, yakni dengan mengurangi aktivitas warga di tempat publik, termasuk menutup semua tempat wisata yang ada di Bumi Serambi Makkah pada Maret 2020 lalu.

Langkah dan tindakan tersebut pun diikuti oleh pemerintah kabupaten kota. Salah satunya, Kabupaten Aceh Tengah. Alhasil, Poker IDN Deposit Pulsa aktivitas wisata di Dataran Tinggi Tanah Gayo itu pun lumpuh.

“Sempat tutup bang, ada tiga bulan kita terima (peraturan untuk tidak buka tempat wisata),” kata Hendri, pengelola Pantan Terong, di Kota Takengon, Aceh Tengah.

Para pengunjung yang datang harus ikuti protokol kesehatan COVID-19

Menerapkan protokol kesehatan COVID-19 menjadi syarat penting di masa adaptasi baru. Setiap pengunjung yang datang ke Pantan Terong, dikatakan Hendri, harus mengikuti aturan tersebut. Misalnya, memakai masker, mencuci tangan, serta berupaya untuk tetap menjaga jarak.

“Kita ikut imbauan (protokol kesehatan COVID-19) dari pemerintah. Pengunjung harus memakai masker, mencuci tangan, dan kalau bisa jaga jarak,” ungkapnya.

“Kalau yang tidak ada masker gak boleh masuk ke dalam,” tambah Hendri.

Amatan IDN Times di lokasi wisata yang berada pada ketinggian lebih dari 1.350 Mdpl di atas permukaan laut tersebut, pihak pengelola telah menyediakan tempat untuk mencuci tangan serta menjual masker.

Pantan Terong kembali aktif buka setelah diterapkan adaptasi baru atau new normal

Menjelang akhir Mei 2020, pemerintah pusat kembali mengeluarkan aturan baru terkait aktivitas warga. New normal atau adaptasi baru, diharapkan dapat menjadi solusi dari perekonomian yang nyaris lumpuh karena diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Penerapan adaptasi baru ini membuat sejumlah tempat wisata termasuk Pantan Terong kembali berdenyut.

“Setelah memasuki new normal baru kita kembali membuka Pantan Terong ini,” ujar Hendri.

Pengunjung Pantan Terong malah semakin ramai di masa adaptasi baru

Adaptasi baru seolah membawa perubahan besar bagi dunia pariwisata di masa pandemik COVID-19 yang masih mewabah. Destinasi wisata yang terletak di puncak bukit di Kecamatan Bebesen tersebut, diakui malah semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan.

“Untuk kunjungan wisatawan dibandingkan sebelumnya, bisa dibilang lebih ramai saat COVID-19 ini. Sebelum COVID-19 pengunjung memang sudah ramai juga, cuma masih terbilang standar. Tidak terlalu ramai dan juga tidak terlalu sepi,” kata pihak pengelola.

Uang masuk ke tempat wisata kita patok harga Rp5 ribu, untuk usia dua tahun ke bawah gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *