Kategori
Uncategorized

Tips Memilih Makanan yang Aman

Tips Memilih Makanan yang Aman,Memasuki bulan puasa, kebutuhan bahan pangan baik olahan maupun pangan segar, termasuk makanan jadi untuk menu sahur dan buka puasa mengalami peningkatan. Bulan Ramadan juga disesaki penjual makanan dan minuman dadakan di pinggir jalan untuk takjil. Memang ya ngabuburit paling enak jajan makanan.

http://gilessociety.org/

AGEN388 INDONESIA

 

Di tengah lonjakan harga pangan, salah satunya harga bawang putih yang melejit hingga kisaran Rp100 ribu per kilogram (kg) dan meningkatnya permintaan konsumen, memicu dugaan peredaran bahan pangan maupun makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, jadilah konsumen cerdas untuk memilih bahan pangan maupun makanan jadi selama ramadan dengan kualitas baik. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan tips membeli bahan pangan atau makanan yang aman di bulan puasa:

1. Cek kemasan dan izinnya

Cek Kemasan Cek Kemasan dan Izinnya

Pastikan bahan pangan maupun makanan jadi yang akan Anda beli aman untuk dikonsumsi. Cek dengan teliti pada kemasan makanan atau minuman, seperti perhatikan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun Dinas Kesehatan (Dinkes), tanggal kedaluwarsa maupun tulisan best before atau sebaiknya digunakan sebelum, dan label halalnya.

Jangan lupa juga, cek kemasannya. Jika sudah rusak, cacat, penyok, kempot, atau menggembung, jangan dibeli. Oh ya, kalau Anda beli bahan pangan di toko ritel modern, untuk produk makanan atau minuman yang tanggal kedaluwarsanya masih jauh atau lama, biasanya diletakkan di bagian belakang.

2. Cek warna dan bau

Takjil Cek Warna dan Bau

Pastikan bahan pangan maupun makanan jadi yang akan Anda beli tidak tercemar bahan berbahaya. Biasanya orang lebih tergoda membeli makanan atau minuman dengan warna yang lebih terang. Padahal bisa saja justru itu mengandung zat kimia berbahaya bagi tubuh, seperti pewarna tekstil yang tidak aman untuk dikonsumsiJadi kalau warna makanan atau minuman, misalnya terlalu merah, kuning, atau hijau, tinggalkan saja. Begitupula dengan baunya. Hindari jika baunya terlalu menyengat dan tekstur terlalu kenyal karena kemungkinan mengandung boraks.

3. Pilih kemasan yang aman dan sehat

Kemasan makanan Pilih Kemasan yang Aman dan Sehat

Orang Indonesia hobi banget jajan makanan menggunakan kantong plastik, styrofoam, koran atau buku bekas. Misalnya saja dengan styrofoam, itu jelas-jelas sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh karena mengandung beberapa zat kimia, seperti benzene dan styrene pemicu kanker. Apalagi styrofoam ini digunakan sebagai wadah makanan terbuka, panas, dan berlemak tinggi, contohnya gorengan.

Selain itu, koran bekas untuk membungkus gorengan juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Sebab tinta koran bisa meleleh dan meresap ke gorengan yang masih panas. Nah coba bayangkan, tinta yang mengandung zat kimia berbahaya masuk ke dalam tubuh lewat gorengan? Risikonya bisa kena penyakit kanker.

Sudah pakai koran bekas, gorengan ditempatkan lagi di kantong kresek hitam. Duh, penyakit bisa bersarang di tubuh deh. Kantong plastik hitam berasal dari proses daur ulang yang ditambahkan zat kimia. Sudah berbahaya bagi tubuh, merusak lingkungan pula karena tidak dapat terurai dengan cepat.

Kemasan sehat dan aman untuk membungkus makanan, antara lain kemasan kaleng, berbahan aluminium foil, berbahan plastik food grade, berbahan karton box, kemasan berbahan kertas (karton virgin fiber dan karton food grade).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *