Kategori
Recreation

Mencoba Wisata Kopi di Indonesia

Inilah Alasan Mengapa Kamu Harus Mencoba Wisata Kopi di Indonesia

Mencoba Wisata Kopi di Indonesia – Beberapa dekade lalu, traveling adalah sesuatu yang “wah”, hanya bisa dinikmati oleh kalangan berada. Kini zaman telah berubah. Setiap orang bisa traveling kemanapun. Belakangan ini, kopi tengah menjadi tren di Indonesia. Tak hanya orang tua, generasi muda pun mulai suka dengan minuman satu ini. Dan kedai kopi menjadi tempat favorit para remaja pecinta kopi.

Tren ini pun berdampak positif pada bisnis kopi secara keseluruhan. Tak hanya produk minuman saja, kebun kopi pun berubah menjadi tempat wisata incaran para pecinta kopi. Namun tak hanya Poker IDNPlay Deposit OVO pecinta kopi saja, para traveler lain pun tertarik dengan wisata kopi ini.

Lantas, apa sih yang membuat wisata ini menarik untuk dikunjungi? Berikut alasannya.

Menikmati panorama pegunungan di atas 1000 mdpl

Wisata kopi biasanya terdapat di pegunungan. Untuk kopi jenis arabica, perkebunannya berada diatas 1000 mdpl. Sehingga, wisata ini menjadi destinasi yang tepat untuk menghilangkan penat. Berdasarkan artikel dari theguardian.com , menikmati pemandangan alam dapat meningkatkan kesehatan secara signifikan.

Di wisata kopi ini, kamu bisa memanjakan mata dengan panorama pegunungan yang indah. Selain itu, udara dingin yang sejuk membuatmu ingin berlama-lama di sana.

Salah satunya wisata kopi di Dayan Gunung, Lombok. Lokasi perkebunannya sejalan dengan jalur pendakian Gunung Rinjani sehingga banyak pendaki yang mampir sekedar menikmati kopi sembari menikmati pemandangan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Sensasi ngopi di tengah kebunnya

Selain melihat langsung pohon kopi, kamu pun dapat mencicipi kopi dari kebun tersebut.  Sembari menikmati kopi, kamu bisa berbincang langsung dengan para petani di sana yang membuat suasana tambah hangat. Bagi kamu pencinta kopi, sensasi ngopi seperti ini pastinya akan menjadi pengalaman berkesan.

Beberapa wisata kopi juga punya kedai yang menyediakan kopi hasil perkebunannya, Malabar Mountain di Pengalengan, Jawa Barat salah satunya. Lokasinya masih berada di area wisata kopi, jadi kamu masih bisa melihat perkebunan kopi.

Selain itu, kamu bisa mencicipi kopi yang membawa nama jawa ke ranah internasional, yakni Java Preanger.

Berkemah di tengah kebun kopi

Beberapa wisata kopi menyediakan zona untuk berkemah atau campground di mana, kamu bisa berkemah dengan dikelilingi tanaman kopi dan kegiatan ini dipercaya baik untuk kesehatan mental. Menurut travelguideline.net , berkemah di alam merupakan bentuk meditasi yang baik untuk pikiran.

Aksesnya pun cenderung mudah dan bisa dilalui oleh kendaraan pribadi. Dan pengelola wisata biasanya menyewakan tenda dan kayu bakar untuk api unggun. Karena itu, wisata kopi ini bisa jadi alternatif tepat untuk pecinta alam yang tak mau repot.

Perkemahan di wisata kopi Malabar Mountain bisa jadi pilihanmu untuk berkemah. Wisata kopi ini terletak di daerah Pengalengan, Jawa Barat. Selain kebun kopi yang luas, kamu bisa melihat danau indah yang berada tepat di depan campground-nya.

Tak hanya perkebunan kopi, tapi ada lokasi bersejarah dan museum

Di wisata kopi De Karanganjar Koffiepantage, kamu tak hanya dapat melihat kebun kopi. Di lahan sekitar 300 hektar yang terletak di Blitar, Jawa Timur, terdapat juga kebun cengkeh, durian dan ketela. Untuk menelusuri perkebunannya yang luas, pengelola menyediakan kendaraan ATV bagi pengunjung.

Terdapat juga pabrik kopi peninggalan Belanda yang terdapat di area wisata kopi ini. Bangunan tua ini menjadi saksi nyata bahwa tanah disana sangat bagus untuk menanam kopi.

Selain itu, ada beberapa museum yang dapat kamu kunjungi juga. Salah satunya Museum Pusaka yang menyimpan benda pusaka berupa keris.

Belanja kopi langsung dari perkebunannya

Pastinya, buah tangan menjadi hal yang ditunggu oleh temanmu kan? Di wisata kopi ini, tersedia berbagai kopi, mulai dari greenbeans, roasted beans, sampai dengan bubuk kopi yang siap seduh untuk kamu bawa pulang.

Bagi kamu yang sedang berkunjung ke daerah Gayo, Aceh, kopi gayo menjadi buah tangan yang tepat. Apalagi, kopi Gayo sangat populer di dunia perkopian. Masyarakat Gayo sendiri menggantungkan hidup dari perkebunan kopi.

Nah, itulah alasan mengapa kamu harus mencoba wisata kopi. Tertarik mencobanya?

Kategori
Recreation

Kunjungi Bangunan di Banda Neira

Kaya Wisata Sejarah, Yuk Kunjungi Bangunan di Banda Neira Ini

Kunjungi Bangunan di Banda Neira – Destinasi wisata yang memukau bukan hal yang sulit untuk ditemukan di Indonesia. Terlebih lagi di bagian timur nusantara, berbagai macam keindahan alam dapat dengan mudah ditemukan.

Kepulauan Banda Neira merupakan salah satu daerah kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau di provinsi Maluku. Bukan hanya indah, kepulauan yang satu ini juga merekam sejarah panjang perdagangan rempah-rempah yang diperebutkan oleh Bangsa Eropa seperti Portugis, Belanda, Spanyol, dan Inggris.

Tidak hanya itu, beberapa Poker IDN Deposit Pulsa tokoh bangsa ini pun sempat diasingkan ke pulau yang satu ini. Hingga saat ini, kamu masih bisa menemukan beberapa bangunan yang merekam sejarah di kepulauan ini.

Berikut bangunan bersejarah yang bisa jadi pilihan destinasimu di Banda Neira.

Benteng Belgica

Coba kamu lihat bagian belakang uang seribu baru emisi 2016, maka kamu akan menemukan gambar sebuah benteng dengan latar gunung. Itulah benteng Belgica. Bangunan benteng paling terawat di pulau Neira ini berdiri megah di atas sebuah bukit tidak jauh dari benteng Nassau.

Benteng ini berbentuk segi lima dengan bastion di setiap sudut bagian luar dan memiliki menara pengintai di sudut bagian dalam. Berdasarkan prasasti di bagian depan benteng, tempat dibangun pada tahun 1611 oleh Gubernur Jenderal Pieter Both.

Tempat ini sempat menjadi pusat pemerintahan VOC sebelum akhirnya pindah ke Batavia dan basis militer di Kepulauan Banda Neira. Kamu bisa menikmati pemandangan Banda dan gunung Api Banda dari atas bangunan yang juga sempat mendapat julukan “Mahkota Berpucuk Lima di Atas Kepala Keluarga Nassau dan Pelindung Banda” ini.

Benteng Revengie

Benteng Revengie dibangun di pulau Ay yang terletak di sebelah barat pulau Gunung Api. Benteng ini didirikan di atas sebuah bukit yang dikelilingi perkebunan pala.

Benteng ini diberi nama “Revengie” yang berarti “pembalasan” karena penduduk Pulau Ay sempat memihak Inggris pada abad ke 17. Orang-orang Inggris melatih penduduk pulau itu untuk mempertahankan dari serangan Belanda pada tahun 1615 dan penduduk Pulau Ay melakukan serangan balasan secara tak terduga terhadap Belanda. Setahun kemudian Belanda menguasai Pulau Ay dan membantai sebagian besar penduduk pulau ini sebagai bentuk balas dendam penyerangan yang dilakukan oleh penduduk Pulau Ay.

Benteng ini sempat rusak berat akibat gempa pada tahun 1683 dan pada tahun 1748 benteng ini menjadi tempat pengasingan bagi para pejabat VOC yang melakukan tindak kriminal.

Rumah Pengasingan Bung Hatta

Setelah selama kurang lebih setahun dibuang ke Boven Digoel di Papua, Bung Hatta dan Syahrir akhirnya dipindahkan ke Banda menyusul Iwa Koesoemasoemantri dan dr. Cipto Mangunkusumo yang telah terlebih dahulu diasingkan ke sini.

Mereka berdua tiba di pulau ini pada tanggal 11 September 1936 dan tinggal di sebuah rumah milik seorang tuan tanah. Di tempat inilah selama 6 tahun Hatta dan 16 peti berisi buku miliknya menjalani pengasingan, sedangkan Syahrir hanya beberapa bulan tinggal dirumah ini karena memilih untuk tinggal di rumah lain. Di salah satu paviliun,  Bung Hatta dan Syahrir juga membuat sekolah sore yang diikuti oleh anak-anak pribumi di pulau ini.

Di rumah yang cukup besar ini kamu masih dapat menemukan banyak barang-barang peninggalan Bung Hatta seperti kasur, lemari, mesin tik, dan foto-foto.

Rumah Pengasingan dr. Cipto Mangunkusumo

Kamu mungkin sering mendengar dokter yang satu ini. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit besar di Jakarta. Sebelum Bung Hatta dan Syahrir datang kesini, dr.Tjipto Mangoenkoesoemo sudah terlebih dahulu diasingkan ke pulau ini bersama dengan Iwa Kusumasumantri.

Dokter asal Jawa ini dibuang ke Banda Neira pada tahun 1927 dan diasingkan ke Banda Neira selama kurang lebih 13 tahun sebelum akhirnya dipindah ke Ujung Pandang dan Sukabumi. Namun karena penyakit asmanya yang semakin parah, dr. Tjipto kembali ke Jakarta dan meninggal di Jakarta pada 8 Maret 1943 dan dimakamkan di Ambarawa.

Benteng Nassau

Fort Nassau atau Benteng Nassau adalah benteng pertama di Banda Neira yang dibangun tahun 1600-an di lokasi pondasi benteng yang belum sempat dirampungkan oleh Portugis karena mendapat perlawanan dari penduduk sekitar.

Berbentuk persegi empat dengan empat buah bastion berbentuk panah di setiap sisinya, Belanda membangun benteng ini untuk mengontrol perdagangan rempah yang menjadi komoditas utama yang hanya dapat ditemukan di pulau ini.

Di benteng yang kini tidak terawat ini, pernah terjadi tragedi pembantaian 44 “orang kaya” Banda yang saat itu merupakan orang-orang terhormat di pulau ini. Mereka dibantai dengan cara dipenggal oleh seorang Jepang yang disewa Gubernur Jenderal VOC saat itu yang dipimpin oleh Jan Pieterzoon Coen. Mereka dibantai di hadapan anak dan istri mereka karena tidak mau tunduk pada VOC.

Benteng Holandia

Dibuat pada tahun 1642, benteng ini berlokasi di pulau Lonthoir atau Banda Besar. Benteng ini berhadapan dengan kediaman Gubernur Jenderal VOC atau yang sekarang dikenal dengan nama “Istana Mini” di pulau Neira.

Benteng ini didirikan untuk mengendalikan lalu lintas kapal yang melintas selat antara pulau Lonthoir dan Neira, terutama aktivitas perdagangan pala di jalur tersebut.

Berbentuk persegi dengan bastion di setiap sudutnya, benteng ini juga dilengkapi dengan ruang pengintai. Kini sebagian besar bagian dari benteng ini telah hancur dan kamu hanya dapat melihat beberapa bagian dari benteng ini.

Istana Mini

Istana Mini merupakan bekas kediaman Gubernur Jenderal VOC saat berkuasa di pulau ini. Bangunan ini bergaya Eropa dengan lantai yang sebagian besar terbuat dari marmer ini mendapat julukan ‘”Istana Mini” karena bentuknya yang sekilas mirip dengan Istana Merdeka di Jakarta dalam bentuk mini.

Terdapat beberapa ruangan di dalam Istana Mini. Namun salah satu yang menarik adalah ada sebuah ruangan di mana kamu bisa menemukan tulisan curahan hati seseorang dari Eropa yang ia goreksan pada kaca jendela sebelum ia akhirnya melakukan bunuh diri.

Di komplek Istana Mini ini kamu juga bisa menemukan bekas kantor Gubernur VOC dan sebuah dermaga juga beberapa peninggalan lain seperti sebuah Patung Raja Willem III dan meriam-meriam peninggalan VOC.

Rumah Pengasingan Syahrir

Rumah ini berada di depan Jalan Said Tjong Baadillah/Ratu Laguar di samping Rumah Budaya Banda dan bersebrang dengan Hotel Delfika. Syahrir pindah setelah beberapa bulan tinggal dengan Hatta ke sebuah rumah milik salah seorang pemilik perkebunan pala di Banda yang sudah lama tidak dihuni.

Di bagian dalam rumah dengan perpaduan gaya kolonial dan tropis ini kamu dapat menemukan barang-barang peninggalan dari Syahrir, termasuk sebuah gramofon kuno yang digunakan Syahrir untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaannya, mesin tik antik, dan beberapa foto Syahrir.

Rumah Budaya Banda

Menjelajahi sejarah Banda akan terasa lebih lengkap jika kamu mengunjungi Rumah Budaya Banda ini. Di tempat ini kamu dapat melihat berbagai catatan dan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan pulau ini. Barang-barang peninggalan VOC seperti berbagai jenis meriam, keramik tiongkok, mata uang, serta lukisan-lukisan yang menggambarkan situasi Banda di masa lalu.

Lukisan yang paling menarik dalam museum ini tergantung di ruang utama yakni berupa lukisan berukuran besar yang menggambarkan pembantaian “Orang kaya” Banda di Benteng Nassau pada tahun 1621 oleh seorang Samurai Jepang. Kamu juga bisa menemukan samurai yang digunakan dalam pembunuhan itu di museum ini.

Pulau ini bukan hanya menawarkan keindahan alam pantai dan bawah lautnya saja. Namun juga bangunan-bangunan bersejarah yang merekam kisah tentang perdagangan rempah-rempah, penjajahan, dan perjuangan para tokoh bangsa.

Nah, apakah kamu tertarik berwisata sejarah ke Banda Neira?

 

Kategori
Recreation

Destinasi Wisata Paling Kece di Sabang

Destinasi Wisata Paling Kece di Sabang, Surganya Para Penyelam

Destinasi Wisata Paling Kece di Sabang – Sabang, sebuah wilayah di ujung barat Indonesia yang menyimpan pesona bahari yang luar biasa indah. Sejak puluhan tahun silam nama Sabang bahkan sudah tersiar sampai ke negeri seberang.

Sabang merupakan kota paling barat di Indonesia. Kota kecil ini punya struktur tanah dengan perbukitan yang indah. Gak heran kalau akhirnya punya banyak Agen IDN Poker Indonesia destinasi wisata berupa keindahan alam yang memukau.

Ada danau, air terjun, pantai, pemandangan bawah laut, sampai pegunungan aktif yang menawan. Terlebih bagi pecinta wisata laut, diving, snorkeling, Sabang adalah surganya.

Berikut destinasi wisata paling kece di Sabang. Simak ya!

Air Terjun Pria Laot

Air terjun ini berada di tengah rimbunnya pepohonan, sehingga udaranya sejuk. Selama perjalanan, kamu bisa menikmati hutan yang asri dan menyenangkan.

Bisa juga berendam di kolam sepuasnya. Airnya yang jernih semakin menambah kesegaran. Kalau mau lebih menantang, lompatlah dari tebing ke dalam kolam air terjun. Ingat, harus tetap berhati-hati ya, karena bebatuannya cukup licin.

Lokasi: Desa Pria Laot, Kelurahan Iboih, Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga: Rp5.000

Tugu Kilometer Nol

Kurang lengkap kalau ke Sabang tapi gak berfoto di depan Tugu Kilometer Nol. Tugu ini berada di tengah hutan, sehingga kamu akan bertemu dengan kawanan monyet di sepanjang perjalanan. Di depan tugu, kamu bisa melihat keindahan laut yang menawan.

Fasilitasnya sudah cukup lengkap. Kamu bisa menemukan toilet, tempat beristirahat, toko oleh-oleh, dan tempat makan. Jadi gak perlu khawatir kalau mau berlama-lama di sini.

Lokasi: Iboih, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: gratis

Pantai Sumur Tiga

Kamu bisa snorkeling dan diving di sini. Dengan harga Rp45 ribu, kamu sudah bisa menikmati keindahan bawah lautnya. Kalau hanya ingin bersantai, kamu bisa duduk-duduk di bawah pohon kelapa sambil menikmati pemandangan.

Pasir di pantai ini sangat lembut dan berkilau, meski air pantainya sedikit berombak. Warna air biru kehijauan memberi kesan menenangkan.

Lokasi: Gampong le Meulee, Kecamatan Ie Meule, Sukajaya, Sabang, Pulau Weh, Aceh

Jam operasional: setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga: Rp5.000

Pantai Anoi Itam

Nama pantai ini berasal dari warna pasirnya yang hitam. Berkat keunikan itulah, pantai ini selalu ramai pengunjung. Pasir pantai ini punya berat jenis tiga kali lipat daripada jenis pasir pantai yang lain.

Ketika menyusuri pantai ini, kamu akan dimanjakan dengan bentang alam yang indah, pepohonan hijau, birunya laut, dan pemandangan Gunung Seulawah. Semua spot tampak begitu indah.

Lokasi: Anoe Itam, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: Rp10 ribu

Pantai Ujong Kareung

Untuk kamu yang suka fotografi, datanglah menjelang matahari terbit. Pemandangan ketika pagi akan terasa begitu magis. Lekukan batu karang berpadu dengan kuningnya langit dan birunya laut sangat indah.

Singgahlah lebih lama untuk berenang. Ombaknya tenang, berenang pun jadi lebih nyaman. Bahkan, kamu bisa terjun dari atas batu karang. Kedalaman di bawahnya sekitar empat meter.

Lokasi: Jalan H. Agus Salim, Ie Meule, Sukajaya, Kota Sabang, Pulau Weh, Aceh

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: Rp10 ribu

Pantai Iboih

Pantai Iboih sudah menjadi ikon dari Kota Sabang. Pemandangan pantai yang memukau selalu bisa menarik perhatian pelancong untuk singgah. Kamu bisa melakukan snorkeling dengan pemandangan biota laut yang memesona.

Pantai ini memang bukan spot terbaik untuk melihat sunset, tapi pemandangan matahari terbitnya begitu indah. Kamu harus datang pukul 05.00 pagi untuk menikmatinya. Pemandangan langit akan sangat cantik dengan warna kekuningan.

Lokasi: Kelurahan Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: Rp10 ribu

Pulau Rubiah

Pulau Rubiah dijuluki sebagai “surganya” para penyelam. Taman lautnya menawarkan keindahan yang memesona. Kamu bisa menemukan berbagai macam spesies ikan tropis, seperti angel fish, gigantic clams, dan lion fish.

Kamu gak harus punya lisensi menyelam, kok. Terdapat banyak spot diving yang aman digunakan bagi penyelam pemula sekali pun. Keindahan bawah lautnya dijamin bikin betah!

Lokasi: Pulau Weh, Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB

Harga: Rp30 ribu

Gua Sarang

Untuk kamu yang suka hunting foto kekinian, Gua Sarang punya beberapa spot indah. Terdapat dua pasang ayunan dengan latar lautan berwarna biru untuk latar fotomu.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati pesona Gua Sarang dengan melakukan trekking atau naik perahu. Kalau naik perahu, harganya sekitar Rp200 ribu. Kamu akan diajak berkeliling ke tujuh gua di sini.

Lokasi: Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari pukul 07.00-17.00 WIB

Harga: Rp5.000

Danau Aneuk Laot

Danau ini berada di tengah-tengah Kota Sabang dan merupakan sumber mata air bagi penduduk Pulau Weh. Datanglah ke danau ini saat sore hari, kamu bisa menikmati keindahan cahaya senja. Berenang jadi kegiatan paling seru di sini.

Lokasi: Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: gratis

Gunung Jaboi

Kalau mau mencoba sesuatu yang lebih seru, cobalah mendaki Gunung Jaboi. Gunung yang berada di Pulau Weh ini berstatus masih aktif.

Jalur mendakinya terbilang cukup mudah, meski dipenuhi dengan bebatuan berwarna putih. Sesampainya di atas, kamu akan dibuat terkesima dengan pemandangannya.

Lokasi: Desa Jaboi, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh

Jam operasional: setiap hari, 24 jam

Harga: gratis

Nah, itulah rekomendasi wisata seru di Sabang yang harus masuk list liburanmu. Mana yang paling bikin kamu pengin mengunjunginya duluan?

Kategori
Recreation

Spot Wisata di Kabupaten Semarang

Spot Wisata di Kabupaten Semarang yang Wajib Kamu Kunjungi, Seru!

Spot Wisata di Kabupaten Semarang – Satu hal yang mungkin terbersit ketika mendengar kata “Semarang” adalah lumpia dan cuacanya yang lumayan terik  karena berada di dekat laut.

Sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang mempunyai daya tarik tersendiri khususnya di bidang pariwisata. Sebagian orang mungkin mengenal Live22 Indonesia Lawang Sewu dan Kota Lama menjadi spot wisata andalan Kota Semarang. Namun, siapa sangka di Kabupaten Semarang sendiri juga mempunyai spot wisata andalan yang tak kalah seru.

Berbeda dengan Kota Semarang, Kabupaten Semarang sendiri menawarkan berbagai spot wisata yang lebih sejuk dan asri. Eits, lebih sejuk dan asri bukan berarti spot wisata yang ada di lereng-lereng gunung saja. Spot wisata ini mulai dari taman bermain, tempat makan, hingga tempat bersejarah.

Penasaran apa saja? Yuk simak sampai  akhir!

Candi Gedong Songo

Rasanya kurang lengkap kalau ke Kabupaten Semarang tetapi tidak berkunjung ke Candi Gedong Songo. Candi ini merupakan peninggalan sejarah agama Hindhu yang terletak di Desa Candi, Kec. Bandungan , Kabupaten Semarang.

Meskipun namanya Candi Gedong Songo tetapi hanya 5 candi saja yang masih berdiri kokoh. Setiap candi memiliki ketinggian yang berbeda, kamu bisa menjelajahinya dengan berjalan kaki atau naik kuda.

Selain itu, seiring berkembangnya zaman, kini wisata Gedong Songo tak hanya candi saja tetapi juga ada area baru, yaitu “Ayanaz Gedong Songo”. Cukup membayar Rp20.000 kamu bisa berfoto di Ayanaz Gedong Songo karena area ini menyediakan berbagai spot foto yang menarik, seperti balon udara, bubble tent, dan spot lainnya yang tak kalah kece.

Mawar Camp Area

Mawar Camp Area masih satu lokasi dengan Umbul Sidomukti hanya berjarak beberapa meter saja. Tempat ini cocok untuk kamu jadikan tempat ngumpul bareng teman atau keluarga sambil menikmati pemandangan malam Kota Semarang dan sekitarnya. Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat beberapa gunung disekitar, seperti Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan bahkan Gunung Lawu.

Untuk fasilitasnya sendiri ada musholla, kamar mandi, dan warung jadi kamu tak perlu khawatir. Selain itu, pengelola Mawar Camp Area juga menyediakan penyewaan tenda, cocok untuk kamu yang gak mau ribet karena tenda ini juga langsung didirikan oleh pengelola Mawar Camp.

Gumuk Reco Sepakung

Bagi kamu yang menyukai tantangan wajib datang ke Gumuk Reco Sepakung yang berlokasi di Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Ada beberapa wahana yang ditawarkan di Gumuk Reco Sepakung, salah satunya yaitu Ayunan Langit. Ayunan dengan ketinggian 800 meter ini patut kamu coba karena ketika ayunan ini dilepaskan kamu akan merasakan sejuknya angin segar dan pastinya sangat seru. Tak hanya itu, kamu juga bisa berjalan menyusuri tebing melalui jembatan dan melihat jurang sedalam 300 meter.

Jika kamu ingin mencobanya kamu tak perlu khawatir karena keamanannya sudah terjamin dan diperhatikan oleh pihak pengelola.

Curug Lawe

Meskipun tidak sepopuler tempat wisata lain di Kabupaten Semarang tetapi Curug Lawe ini sayang banget kalau kamu lewatkan. Tempatnya yang jauh dari keramaian dan jarang dikunjungi membuat tempat ini masih terbilang bersih dan asri.

Curug Lawe ini berlokasi di desa Kalidisidi, Kabupaten Semarang. Kamu cukup berjalan sekitar 30 menit untuk mencapai di curug ini. Namun, kamu harus berhati-hati karena jalan menuju curug masih terbilang ekstrim dan sulit untuk bersimpangan.

Meskipun tempatnya jauh dan ekstrim tetapi setelah sampai ke curug ini semua lelahmu akan terbayar dengan keindahan Curug Lawe ini. Selain tempatnya yang masih asri dan bersih, air di Curug Lawe pun juga sangat segar. Dijamin kamu tidak akan menyesal jika datang ke curug ini.

Dusun Semilir

Meskipun terbilang masih cukup baru tetapi spot wisata ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan baik yang dari Semarang maupun dari luar Semarang. Tak hanya menjadi tempat makan, Dusun Semilir juga menawarkan berbagai spot foto dan wahana yang seru.

Uniknya lagi di Dusun Semilir ada area baru bernama “Alun Eropa”, kamu bisa berkeliling naik tram ala Eropa dan menikmati suasana Santorini, Venesia, dan beberapa tempat iconic lain di Eropa tanpa harus jauh-jauh pergi ke Eropa.

Selain itu, untuk kamu yang suka tantangan bisa mencoba Prosotan Dusun Semilir setinggi 27 meter. Meskipun tinggi tetapi wahana ini dijamin aman, karena saat meluncur kamu akan menaiki bak. Kamu juga bisa memilih untuk meluncur di lintasan warna yang kamu suka.

Jika kamu tertarik mencobanya, kamu bisa datang ke Dusun Semilir yang berlokasi di Jalan Seokarno-Hatta No 49, Bawen, Kabupaten Semarang. Untuk jam operasional mulai jam 11.00-19.00 saat hari kerja dan jam 11.00-19.00 saat hari libur.

Umbul Sidomukti

Masih berada di kawasan Bandungan, Umbul Sidomukti ini menawarkan berbagai macam area, mulai dari kolam renang, outbound, hingga pondok kopi. Yang menjadi area andalan di Umbul Sidomukti adalah kolam renangnya yang segar karena berasal dari mata air Gunung Ungaran. Kamu bisa berenang sekaligus menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.

Setelah berenang kamu bisa mampir ke Pondok Kopi Umbul Sidomukti. Sambil menyeruput kopi hangat dan camilan kamu juga bisa melihat pemandangan Semarang dari ketinggian.

Selain itu, untuk rekreasi keluarga kamu bisa ke area outbound-nya. Selain ada wahana bermain kamu juga bisa memberi makan kelinci sekaligus masuk ke kandangnya.

Tak hanya itu, di Umbul Sidomukti ini juga terdapat goa, yaitu Goa Tirto Mulyo. Katanya goa ini memiliki ujung yang langsung menghadap ke jurang. Meskipun kedengarannya menakutkan tetapi pemandangan di ujung goa ini sangat indah. Kamu bisa berfoto di sana.

Saloka Theme Park

Menjadi satu-satunya taman bermain terbesar di Jawa Tengah, Saloka Theme Park tidak pernah sepi pengunjung. Berlokasi di Jalan Fatmawati No.154, Tuntang, Semarang Saloka Park ini mudah dijangkau oleh wisatawan yang datang dari luar Semarang.

Ada banyak wahana bermain di Saloka Park ini, seperti Ontang-Anting, Paku Bumi, Cakrawala, dan masih banyak lagi.

Untuk harga tiketnya Rp Rp120.000 saat weekdays dan Rp150.000 saat weekend. Tiket ini merupakan tiket terusan, jadi kamu bebas menaiki semua wahana sepuasnya. Bahkan sampai sore, kamu bisa menikmati matahari terbenam dan melihat gagahnya Gunung Merbabu dari wahana Cakrawala.

Eling Bening

Berlokasi di Ambarawa, Kabupaten Semarang, spot wisata yang satu ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga. Berkonsep modern resort, Eling Bening sendiri tidak hanya menawarkan restoran untuk tempat makan keluarga tetapi ada juga wahana bermain untuk anak dan spot foto yang instagenic dengan background Rawa Pening.

Tak hanya itu, di Eling Bening juga terdapat kolam renang dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.

Itulah spot wisata yang wajib kamu kunjungi ke Semarang. Bisa jadi tempat rekomendasi wisata akhir pekan bersama keluarga, pacar, atau pun sahabat.