Kategori
internet

Pelajaran Penting dari ‘The Social Dilemma’ yang Buat Kita Hati-hati

Pelajaran Penting dari ‘The Social Dilemma’ yang Buat Kita Hati-hati

Pelajaran Penting dari ‘The Social Dilemma’ yang Buat Kita Hati-hati –  The Social Dilemma adalah film dokudrama arahan Jeff Orlowski tahun 2020 yang mengisahkan tentang perkembangan sosial media dan efeknya di masyarakat dunia. Dalam hal ini, The Social Dilemma berupaya mengangkat bagaimana perusahaan-perusahaan besar seperti Facebook, Instagram, Google, mengeksploitasi data-data pengguna.

Film ini membongkar bagaimana sosial media didesain untuk menumbuhkan adiksi kepada penggunanya dan membuat mereka cenderung mengabaikan keamanan data-data mereka sehingga rentan terhadap penggalian data. Apa hal pertama yang kamu lakukan saat bangun tidur? Sebagian besar dari kalian pasti akan menjawab, membuka ponsel pintar. Entah untuk sekadar mematikan bunyi alarm, memeriksa notifikasi, sampai menyempatkan diri untuk scrolling media sosial.

Media sosial telah menjadi bagian dari aplikasi idn poker open card kehidupan kita pada era ini. Tapi, apakah kamu tahu sisi lain dari teknologi tersebut? Dalam dokumenter “The Social Dilemma”, permasalahan ini dibahas. Dari topik tentang bagaimana algoritma bekerja, seberapa kuat peran iklan di internet, hingga dampak media sosial bagi kesehatan mental kita. Kalau penasaran, simak terus artikel di bawah ini!

1. Media sosial bersifat sangat adiktif. Hal ini menyerang siapa pun, termasuk anak-anak

Salah satu poin penting yang diangkat dalam film dokumenter berdurasi 93 menit ini adalah sifat adiksi dari media sosial. Hal ini dirasakan setiap ‘pengguna’-nya dan gak memandang latar usia.

Anak-anak di generasi sekarang telah mengenal gadget sejak usia yang sangat belia. Berdasarkan riset, hal tersebut membuat mereka jadi enggan untuk mencoba hal baru di luar comfort zone-nya. Mereka terpaku pada dunia di balik layar ponselnya.

2. Media sosial menciptakan standar kehidupan yang gak realistis

Saat membagikan konten di akun media sosial, beberapa orang akan mengunggah foto terbaik mereka guna menciptakan impresi yang bagus. Hal ini seakan jadi lumrah terjadi.

Ketika main media sosial, kita merasa terkoneksi dengan semua orang di internet. Seolah kita bisa menjangkau jarak yang sangat luas dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, sisi lain dari hal ini adalah kita jadi punya standar kehidupan yang gak realistis.

Akan ada tendensi untuk membandingkan diri dengan orang lain dan mencoba mendapatkan apa yang mereka miliki juga. Mulai dari harta benda hingga standar kecantikan.

3. Secara gak langsung, turut memengaruhi kesehatan mental juga

Berhubungan dengan poin sebelumnya, tendensi untuk membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, menciptakan rasa anxious dan ketidakpercayaan diri. Hal ini juga memiliki dampak yang besar terhadap anak-anak usia remaja.

Hate speech atau tindakan bully secara online yang kerap terjadi, ternyata juga meningkatkan jumlah self harm dan angka bunuh diri pada remaja di seluruh dunia.

4. Polarisasi opini publik yang meningkat dalam berbagai topik, termasuk politik

Dampak lain yang dirasakan adalah adanya polarisasi opini di tengah publik. Hal ini bisa kita lihat sendiri saat suasana menjelang pilkada atau pilpres di Indonesia.

Dalam kedua belah kubu, akan menyuarakan opini masing-masing secara lantang. Secara gak langsung, juga ada pihak-pihak yang coba menyerang atau melukai kelompok yang punya pandangan yang berbeda.

Tentunya, hal ini gak lantas membuat kita gak punya kebebasan beropini di media sosial. Tapi, yang perlu kita ketahui adalah bagaimana sistem algoritma di media sosial itu bekerja.

Setiap klik yang kita buat akan mengarah kepada bacaan atau tontonan tertentu. Lalu, semakin tinggi intensitas kita mengonsumi sebuah konten, maka rekomendasi konten serupa pun akan terus dihadirkan. Inilah yang membuat adanya polarisasi opini publik di media sosial.

Hal ini mungkin bisa menjawab keresahan kita selama ini tentang mengapa seseorang bisa punya pandangan yang bertolak belakang dengan kita. Jawabannya mungkin sesederhana konten yang mereka konsumsi berbeda dengan kita.

5. Selalu cross-check data yang didapatkan agar bisa menghindari hoax serta fake news

Lautan informasi yang ada di media sosial, kadang membuat kita merasa overwhelmed dengan situasi yang ada di dunia. Tetapi, hal itu gak bisa dijadikan pembenaran untuk kita malas mencari informasi yang sebenarnya.

Kita perlu memanfaatkan teknologi secara bijak. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa setiap data yang kita dapatkan. Kebiasaan kecil ini bisa membuat kita terhindar dari konspirasi membahayakan, hoax yang beredar cepat, sampai fake news