Kategori
BUSINESS

Industri Film Disarankan Mengubah Model Bisnis Kekinian

Industri Film Disarankan Mengubah Model Bisnis Kekinian

Industri Film Disarankan Mengubah Model Bisnis Kekinian – Industri film atau industri film, terdiri dari institusi teknologi dan komersial pembuatan film, yaitu perusahaan produksi film, studio film, sinematografi, animasi, produksi film, penulisan skenario, praproduksi, pasca produksi, festival film, distribusi dan aktor, film sutradara dan personel kru film lainnya.

Pandemik COVID-19 membuat banyak sektor terdampak, salah satunya industri perfilman. Sektor tersebut sempat mengalami kelesuan akibat layanan bioskop sempat terhenti. Di sisi lain, daya beli masyarakat yang masih rendah, diiringi dengan kekhawatiran akan wabah tersebut, membuat industri film tak kunjung bergairah.

Pengamat film yang juga Anggota idn poker99 Komite Film Dewan Kesenian Jakarta, Hikmat Darmawan mengatakan bahwa industri film Indonesia perlu mengubah model bisnisnya. Hal itu di lakukan agar mereka tidak terus bergantung pada bioskop. Hikmat mengungkapkan bahwa sumber penghasilan terbesar pelaku industri film masih berasal dari penjualan tiket di bioskop. Namun, pandemik membuat penjualan tiket juga melemah karena adanya pembatasan.

1. Industri film Indonesia harus menulis ulang model bisnisnya
Sulit Andalkan Bioskop, Industri Film Disarankan Ubah Model Bisnis

Meski penjualan tiket sedang lesu, monetisasi layanan streaming digital juga tidak sebesar di bandingkan penjualan tiket bioskop. Untuk itu, dia menyarankan agar pembuat film mengkonsep ulang model bisnisnya.

“Tidak lagi mengandalkan pada big budget box office movie. Apalagi untuk kasus Indonesia. Kalau Hollywood masih punya infrastruktur untuk memproduksi film big budget box office movie walaupun ekspetasi penonton jatuh. Mereka punya infrastruktur yang kokoh untuk memproduksi film seperti itu,” tutur dia.

2. Potensi produksi film berbiaya rendah dan film animasi
Sulit Andalkan Bioskop, Industri Film Disarankan Ubah Model Bisnis

Hikmat menjelaskan bahwa saat ini memproduksi film dengan biaya yang rendah bisa menjadi pilihan bagi para kreator film. Namun dia tidak memungkiri bila hal tersebut akan berdampak dari segi estetika dan hasil filmnya.

“Menurut saya singkatnya model pembuatan film berbiaya kecil yang ceritanya non fantasi tapi lebih dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari, drama, itu mungkin akan lebih rasional dan akan lebih banyak di muat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini produksi film animasi bisa menjadi peluang baru bagi produsen film untuk mengoptimalkan pembuatan film di tengah pandemik COVID-19.

“Kedua mungkin adalah kalau ada pebisnis yang jeli matanya adalah apa yang tidak membutuhkan produksi terlalu banyak, yaitu animasi,” imbuh dia. Selain itu, restorasi dari film lama juga bisa menjadi pilihan bagi para produsen film.

3. Bioskop di izinkan beroperasi selama PPKM Mikro
Sulit Andalkan Bioskop, Industri Film Disarankan Ubah Model Bisnis

Di beritakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata. Dan Ekonomi Kreatif merilis aturan baru terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala desa/kelurahan atau di kenal sebagai PPKM Mikro. Pengaturan di lakukan pada ruang lingkup sektor pariwisata.

Dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta nomor 123 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro pada Sektor Usaha Pariwisata, beberapa sektor usaha yang bergerak di bidang pariwisa di lakukan penyesuaian, salah satunya bioskop.

Dalam beleid tersebut tertulis bahwa kapasitas bioskop di isi maksimal 50 persen. Selain itu, pemutaran film terakhir di bioskop pada pukul 19.30 WIB. Pada aturan ini, bisokop mendapat kelonggaran di banding pada aturan sebelumnya yang hanya di izinkan terisi 25 persen dari total kapasitas.

Kategori
BUSINESS

Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan – Netflix, Inc. adalah salah satu penyedia layanan media streaming digital, berkantor pusat di Los Gatos, California. Di dirikan pada tahun 1997 oleh Reed Hasting dan Marc Randolph di Scotts Valley, California. Menikmati waktu di libur panjang bisa di lakukan dengan berbagai cara, mulai dari berkumpul bersama keluarga hingga menikmati film.

Poin terakhir sih, paling banyak di lakukan biasanya. Saat ini, tersedia banyak pilihan aplikasi layanan streaming film, salah satunya Netflix. Perusahaan asal California, Amerika Serikat itu cukup di gandrungi di Tanah Air. Banyak film menarik yang bisa di sajikan di sana.

Kalau kamu yang tertarik dengan dunia Club388 Indonesia ekonomi, menonton film tentang bisnis dan keuangan menjadi pilihan tepat. Untuk itu, Kami menyajikan rekomendasi film tentang bisnis dan keuangan yang bisa di saksikan di Netflix.

1. Dirty Money
5 Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

Film ini merupakan serial Netflix Original yang mendokumentasikan berbagai cerita tentang mengungkap keserakahan, korupsi, dan kejahatan yang menyebar melalui ekonomi global.

Series Dirty Money punya enam episode di setiap seasonnya. Setiap episode dari serial Dirty Money punya fokus pada satu contoh kejahatan keuangan yang terjadi di setiap perusahaan berbeda.

Dengan durasi satu jam, film ini mendapat rating 8,1 dari IMDb lho

2. Moneyball
5 Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

Film dengan genre biografi, drama dan sport ini menampilkan manajer sebuah tim bernama Billy Beane yang di perankan oleh Brad Pitt. Ia lalu bertemu dengan Peter Brand (Jonah Hill) yang mengajarkannya pendekatan ekonomi untuk mengumpulkan pemain baru dengan anggaran terbatas. Seperti apa ya hasilnya?

Di IMDb, film dengan durasi 2 jam 13 menit ini mendapt skor 7,6.

3. Billions
5 Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

Salah satu film drama dengan rating di IMDb mencapai 8,4. Film ini bercerita tentang Jaksa Amerika Serikat asal New York bernama Charles “Chuck” Rhoades yang mengejar pemilik hedge fund Axe Capital, Robert “Bobby” Axelrod. Chuck merasa kesal karena hukum di negaranya lemah terhadap pelaku kejahatan dari kalangan pejabat (white collar crime).

Kisah tersebut di adaptasi dari investigasi nyata yang di lakukan seorang pengacara US untuk Distrik Selatan New York, Preet Bharara.

Penuntutan yang di lakukan Bharara terhadap manajer investasi Steven A. Cohen dari S.A.C. Capital Advisors menjadi inspirasi cerita Billions musim pertama.

4. The China Hustle
5 Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

The China Hustle adalah film dokumenter keuangan tahun 2017 yang di produksi oleh Magnolia Pictures dan di sutradarai oleh Jed Rothstein. Film dokumenter dengan rating 7,2 di IMDb tersebut mengungkapkan penipuan sekuritas yang sistematis dan berformula selama puluhan tahun oleh perusahaan Tiongkok yang terdaftar di pasar saham AS.

5. Start-Up
5 Rekomendasi Film di Netflix Tentang Bisnis dan Keuangan

Film yang booming dalam beberapa pekan lalu ini mendapat rating 8,1 dari IMDb. Bercerita kisah dua pengusaha yang ingin sukses dengan perusahaan yang mereka bangun sendiri. Drama yang sebelumnya berjudul ‘Sandbox’ ini di atur di “Silicon Valley” Korea Selatan dan menceritakan kisah orang-orang di dunia perusahaan.

Kategori
BUSINESS

Tips agar Bisnis Bisa Tetap Berkembang Selama Pandemi

Tips Agar Bisnis Bisa Tetap Berkembang Selama Pandemi

Tips Agar Bisnis Bisa Tetap Berkembang Selama PandemiBanyak sektor usaha terdampak dalam beberapa bulan terakhir akibat COVID-19. Lockdown  atau kumpulan sosial berskala besar (PSBB) membuat banyak perusahaan harus berpikir keras untuk mencari pendekatan inovasi yang harus mereka lakukan demi kelangsungan bisnis mereka.

Bahkan ketika ketidakpastian ekonomi ini mulai mereda, ada kebutuhan mendesak akan panduan yang memprioritaskan perubahan pada pendekatan inovasi, dan bagaimana memutuskan peluang mana yang harus dipahami.

Di lansir dari World Economic Forum, ada tiga cara yang bisa di lakukan pengusaha dan pertanyaan yang mereka harus daftar idn poker indonesia jawab agar bisnis mereka bisa tetap berkembang selama krisis ini.

1. Berinvestasi dalam bakat inovasi karyawan

Ketika bicara soal inovasi, tentu tidak lepas dari peran sumber daya manusia atau karyawan yang dimiliki pengusaha. Eksekutif senior dari perusahaan yang paling cepat berkembang memberikan perhatian khusus untuk menjaga para pemimpin tim, direktur proyek dan manajer program yang memperjuangkan dan memimpin inisiatif inovasi perusahaan.

Caranya bisa dengan mempertahankan talenta top yang mereka miliki. Kedua, perusahaan bisa mulai ‘melirik’ talenta terbaik dari perusahaan pesaing yang mungkin mengalami kendala seperti pemotongan gaji, dirumahkan sementara dan lainnya. Nah untuk meyakinkan apakah investasi terhadap bakat inovasi ini hal penting, coba jawab pertanyaan ini dulu:

Apakah bakat inovasi itu adalah hal yang langka dan perlu kita cari? Sudah belum sih kita berinvestasi untuk memahami secara mendalam dan mengembangkan kompetensi para pemimpin inovasi yang akan kita rekrut? Apakah kita dianggap sebagai perusahaan pilihan oleh talenta inovasi yang ingin kita rekrut? Jika tidak, mengapa tidak? Langkah apa yang kita ambil untuk mempertahankan karyawan dengan potensi inovasi yang tinggi?

2. Riset apa yang dibutuhkan pelanggan dan mencari inovasi baru

Suara pelanggan sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi di pasar. Kadang pendapat konsumen bisa menjadi indikator dari perubahan yang akan datang. Untuk tahu apa cara atau pendekatan yang kita lakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan itu penting, pengusaha bisa menjawab pertanyaan ini:

“Apakah kita memulai proses pengembangan inovasi dengan teknologi atau punya peta produk dan perbandingannya dengan peta pengalaman pelanggan?” tulis World Economic Forum yang dilansir pada Senin (20/7/2020).

Kedua, berapa banyak yang kita investasikan dalam mencari peluang daripada bereaksi terhadap ide-ide dari penelitian dan pengembangan (litbang), operasi, dan tenaga penjualan.

3. Jangan takut ambil risiko dan belajar dari kesalahan

Pengusaha juga harus mendorong pengambilan risiko secara bijaksana. Organisasi yang inovatif biasanya menumbuhkan toleransi untuk mengambil risiko dengan mendukung eksperimen cepat-gagal dan belajar dari kekecewaan atas kesalahan inovasi mereka.

Siapa pun tidak akan senang dengan ketidakpastian. Tetapi cara perusahaan mengatasi ketidakpastian yang tidak dapat dikurangi ini dengan memisahkan para pemimpin pertumbuhan dari para penghambat ide mereka.

Para pengusaha harus membedakan kekecewaan mereka, berbagi resiko dengan rekan pengembangan mereka dan menahan serta mengelola risiko ini dengan taruhan yang kecil dan bertahap. Mereka mengambil tanda-tanda dari startup untuk mengadaptasi konsep-konsep seperti prototyping cepat, eksperimen yang hemat dan metodologi yang ringkas.