Kategori
Uncategorized

Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda

Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda,Pernah nggak kamu melihat dua buku yang beda penerbit? Atau dua artikel dari dua media yang berbeda? Kalau diperhatikan, kadang ada perbedaan penulisan satu kata yang sama, lho. Misalnya penulisan kata “Ramadan”. Media A, menulis “Ramadhan”, dan media B menulis “Ramadan”. Di KBBI terbaru, yang benar adalah “Ramadan”.yang telah kita rangkum dalam Gilessociety

yang disupport oleh Deposit Togel via Aplikasi OVO

Terus, kalau seperti ini, apakah berarti media A salah dan media B benar? Atau berarti media A nggak taat KBBI?

Belum tentu seperti itu. Dalam dunia penulisan, ada istilah gaya selingkung. Hah? Selingkung? Itu yang kalau pacaran diduain bukan? BUKAN. Itu selingkuh 🙁 yang ini namanya selingkung.

Apa sih gaya selingkung itu?

Menurut KBBI, selingkung artinya terbatas pada satu lingkungan. Berasal dari kata “lingkung-melingkung” yang berarti memberi batas pada sekeliling. Seperti pagar.

Jadi, gaya selingkung adalah gaya penulisan yang disepakati pada satu lingkungan tertentu. Lingkungan di sini maksudnya bisa penerbit atau media, ya. Bisa media cetak, bisa juga media elektronik.

Setiap media atau penerbit punya gaya selingkungnya masing-masing. Ada yang mengikuti KBBI, ada juga yang nggak. Memilih untuk mengikuti KBBI atau nggak, setiap media pasti punya alasannya sendiri. Mempertimbangkan kalangan, usia, dan kenyamanan pembaca, misalnya. Atau karena kata tersebut sudah menjadi kebiasaan orang banyak.

Seperti cerpen berjudul “setengah” ini. Biasanya, judul cerpen atau artikel diawali dengan huruf kapital, kan? Tapi cerpen yang satu ini judulnya sengaja ditulis tanpa kapital. Di dalam ceritanya bahasa daerah dan istilah asing tidak dimiringkan. Media tersebut punya alasannya.

Makanya ada media yang menuliskan kata-kata tertentu nggak mengikuti KBBI. Bukan berarti nggak taat atau nggak punya KBBI, tapi bisa jadi itu adalah kesepakatan para penulis dari media atau penerbit itu.

Apa sih gaya selingkung itu?

Misalnya, di KBBI kata yang baku adalah “Idulfitri”, tapi beberapa media seperti Tempo dan Harian Kompas menulisnya “Idul Fitri”. Berarti, ini adalah kesepakatan dari lingkungan mereka. Pasti ada alasan di baliknya.

Atau memilih kata “nggak” daripada “tidak” karena dianggap lebih santai untuk pembacanya. Media tersebut ingin membuat tulisan seperti percakapan sehari-hari dengan pembaca, misalnya.

Ya, namanya juga “gaya selingkung”. Ada kata gaya d dalamnya. Jadi, kalau beda media atau penerbit beda gaya, itu sesuatu yang wajar kan? Kamu sama temanmu juga kadang beda gaya, ia fiminin, kamu agak tomboy. Tapi tetap sama-sama perempuan, kan?

Gaya selingkung, nggak cuma tentang pemilihan dksi, ini bisa mencakup, isi, tata letak sampul, penomoran halaman, jenis dan ukuran huruf, gaya bahasa sampai jenis kertas juga termasuk dalam gaya selingkung.

Apa sih gaya selingkung itu?

Misalnya, koran Tempo. Dari ukuran, koran Tempo lebih kecil dibandng koran lainnya. Selain itu, sampul koran Tempo juga beda. Kalau d koran lainnya sampulnya tentang berita utama, sampul koran Tempo biasanya dbuat seperti majalah dan punya makna yang dalam.

perbedaan-selingkung-tempo-dan-kompas

Selain itu, gaya bahasa yang dgunakan koran Tempo juga berbeda, mereka lebih banyak menggunakan dksi-dksi sastra, seperti temaram dan semburat.

gaya-bahasa-koran-tempo

Nggak cuma media atau penerbit saja yang menerapkan gaya selingkung, penulisan tesis, tugas akhir, jurnal ilmiah, karya ilmiah, dan skripsi juga punya gaya selingkungnya masing-masing. Setiap universitas pasti memiliki gaya selingkung untuk penyusunan jurnal dan tugas akhir yang berbeda-beda.

Apa sih gaya selingkung itu?

Di Malaysia, mereka punya buku khusus untuk gaya selingkung yang dterapkan secara seragam dan wajib diikuti oleh seluruh penerbit atau media. Terutama dalam masalah penerbitan buku. Namanya buku Gaya Dewan.

buku-gaya-dewan

Buku Gaya Dewan (buku gaya selingkung) milik negara Malaysia

Selingkung Bikin Setiap Media Punya Gaya Penulisan Berbeda,Kalau d Indonesia, belum ada buku gaya selingkung yang dkeluarkan Dnas Perbukuan atau Pusat Bahasa. Karenanya, penerbit atau media menentukan gaya selingkung mereka sendri. Selain untuk keseragaman karya yang terbit dari suatu media atau penerbit, gaya selingkung ini juga bisa menjadi ciri khas suatu media atau penerbit.

Blog Ruangguru juga punya gaya selingkung sendri. Kalau kamu perhatikan, artikel-artikel d blog ini menggunakan kalimat-kalimat santai dan sederhana. Sebenarnya bisa aja pakai bahasa yang formal dan kaku. Tapi, bahasa santai dan sederhana dpilih agar kamu nggak bosan atau malah jadi semakin bingung setelah membaca tulisan dari blog ini. Biar kamu merasa kalau lagi baca blog ini kayak lagi dceritain sesuatu yang baru aja sama teman.

Apa sih gaya selingkung itu?

Perbedaan gaya selingkung bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Selama itu nggak merusak dasar kepenulisan seperti tanda titik (.) untuk mengakhiri kalimat dan sebagainya.

Jadi, kalau pas lagi baca sesuatu terus ketemu kata yang nggak baku atau nggak sesuai dengan KBBI tapi konsisten dgunakan sepanjang artikel atau banyak artikel d media tersebut. Jangan suudzon dulu “Ah penulisnya nggak taat KBBI nih” atau “Ah typo nih nulisnya”. Bisa jadi, itu adalah gaya selingkung yang dterapkan oleh media artikel yang kamu baca.

Sekarang sudah tahu ya, kenapa ada perbedaan meda yang satu dengan yang lain dalam penulisan suatu kata? Yup, karena mereka punya gaya selingkung yang sudah dsepakati bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *