Kategori
BUSINESS

Yukz Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea ‘Start-Up’

Yukz Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea ‘Start-Up’

Yukz Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea ‘Start-Up’ – Bisnis atau niaga adalah kegiatan memperjualbelikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Drama Korea berjudul “Start-Up” menjadi perbincangan hangat. Drakor yang rilis perdana pada 18 Desember 2019 ini bercerita tentang jatuh bangun sekelompok anak muda yang membangun usaha rintisan alias startup.

Berkisah tentang perjuangan Sol Dal Mi (Bae Suzy), Nam Do-san (Nam Joo Hyuk), bersama Lee Chul San, (Yoo Sun Bin), dan Kim Yeong San (Kim Do Wan) yang bekerja di Sand Box, sebuah kawasan di Korea Selatan yang berhasil melahirkan berbagai aplikasi idn poker open card perusahaan startup. Kawasan ini layaknya Silicon Valley di Amerika Serikat.

Berbagai masalah dan tantangan yang mereka hadapi dalam merintis usaha, membuat “Start-Up” bukan hanya sebagai tontonan menarik tapi juga ladang ilmu. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari serial drama Korea ini, terutama bagi kamu yang ingin membangun bisnis.

Apa saja pelajaran yang bisa kamu jadikan tips dari “Start-Up”? Simak artikel di bawah ini.

1. Bikin perencanaan lewat survei lapangan dan business plan yang jelas
Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea 'Start-Up', Coba Yuk!

Dari drakor ini, kamu bisa belajar bahwa survei awal sebelum memulai bisnis sangatlah penting. Kamu harus memahami seperti apa situasi pasar agar produk dari bisnismu bisa memenuhi permintaan masyarakat luas. Dari survei itu, kamu bisa memberikan gambaran seperti apa keadaan yang sebenarnya di masyarakat dan apa yang perlu kamu lakukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut.

Jika sudah memiliki pemetaan yang mumpuni lewat survei itu, kamu bisa menyusun business plan yang tepat sasaran. Hal ini penting karena ntuk bisa menarik perhatian investor, kamu perlu menyediakan business plan yang jelas.

Ketika merintis suatu bisnis, kamu memerlukan dana sebagai modal karena itulah peran investor sangat besar agar bisnismu bisa jalan. Investor tidak akan ingin mengambil risiko untuk berinvestasi di perusahaan yang tidak memiliki business plan yang jelas. Oleh karena itu susun business plan sebaik mungkin.

2. Harus memiliki networking yang luas
Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea 'Start-Up', Coba Yuk!

Selain harus memiliki rencana bisnis yang jelas, drama ini mengajarkan betapa pentingnya relasi untuk mengembangkan bisnis. Dengan menjalin relasi yang luas, perusahaan kamu bisa dikenal banyak orang hingga mendapatkan pendanaan dari investor.

Networking juga bisa menjadi modal sosial yang berguna untuk perkembangan bisnis kamu selanjutnya. Ketika bisnis sudah berjalan, seberapa banyak kamu mendapat kesempatan untuk mengembangkan usaha, akan bergantung pada networking yang kamu miliki.

3. Belajar memilki karakter leadership
Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea 'Start-Up', Coba Yuk!

Drama Start-Up mengajarkan betapa pentingnya memiliki jiwa kepemimpinan. Jika kamu memiliki karakter leadership kamu bisa membantu tim dalam perusahaan untuk memecahkan masalah, membuat keputusan yang adil, dan lainnya.

Namun untuk memiliki leadership, kamu harus memiliki pengalaman yang cukup terlebih dahulu. Misalnya, menjadi seorang karyawan sebelum menjadi bos, karena dengan begitu kamu bisa mengambil keputusan dengan memahami jiwa karyawanmu.

4. Tidak menyerah pada kegagalan bisnis
Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea 'Start-Up', Coba Yuk!

Serial ini juga mengajarkan kamu untuk tidak menyerah saat gagal dan belajar dari kesalahan yang menyebabkan kegagalan itu. Ketika kamu gagal, jangan langsung menyerah. Coba mencari tahu kesalahan apa yang kira-kira menyebabkan kegagalan tersebut.

Kamu bisa juga mencari orang yang bisa bertindak sebagai mentor dalam prosesmu berbisnis. Seseorang yang kamu percaya dapat memberikan saran yang membangun. Dengan menganalisis kesalahan-kesalahan yang ada. Kamu bisa terus melangkah melanjutkan bisnismu, berangkat dari kesalahan itu.

5. Memiliki tim yang solid dan berkualitas
Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea 'Start-Up', Coba Yuk!

Dalam membangun sebuah bisnis, kamu tidak bisa sendirian. Perlu kerja sama tim dalam perusahaan yang kamu rintis. Itulah salah satu nilai penting yang bisa kamu petik dari serial drakor “Start-Up”. Memilih orang-orang yang tepat dalam tim, mesti kamu lakukan sejak sekarang.

Jika kamu tidak memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berkualitas dan solid satu sama lain, akan sulit mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, kamu tidak hanya perlu memastikan bahwa anggota timmu adalah orang yang memiliki kapabilitas yang kamu harapkan, tapi juga seberapa baik mental mereka dalam mendukung dan bekerja sama dalam tim

Kategori
BUSINESS

Tips agar Bisnis Bisa Tetap Berkembang Selama Pandemi

Tips Agar Bisnis Bisa Tetap Berkembang Selama Pandemi

Tips Agar Bisnis Bisa Tetap Berkembang Selama PandemiBanyak sektor usaha terdampak dalam beberapa bulan terakhir akibat COVID-19. Lockdown  atau kumpulan sosial berskala besar (PSBB) membuat banyak perusahaan harus berpikir keras untuk mencari pendekatan inovasi yang harus mereka lakukan demi kelangsungan bisnis mereka.

Bahkan ketika ketidakpastian ekonomi ini mulai mereda, ada kebutuhan mendesak akan panduan yang memprioritaskan perubahan pada pendekatan inovasi, dan bagaimana memutuskan peluang mana yang harus dipahami.

Di lansir dari World Economic Forum, ada tiga cara yang bisa di lakukan pengusaha dan pertanyaan yang mereka harus daftar idn poker indonesia jawab agar bisnis mereka bisa tetap berkembang selama krisis ini.

1. Berinvestasi dalam bakat inovasi karyawan

Ketika bicara soal inovasi, tentu tidak lepas dari peran sumber daya manusia atau karyawan yang dimiliki pengusaha. Eksekutif senior dari perusahaan yang paling cepat berkembang memberikan perhatian khusus untuk menjaga para pemimpin tim, direktur proyek dan manajer program yang memperjuangkan dan memimpin inisiatif inovasi perusahaan.

Caranya bisa dengan mempertahankan talenta top yang mereka miliki. Kedua, perusahaan bisa mulai ‘melirik’ talenta terbaik dari perusahaan pesaing yang mungkin mengalami kendala seperti pemotongan gaji, dirumahkan sementara dan lainnya. Nah untuk meyakinkan apakah investasi terhadap bakat inovasi ini hal penting, coba jawab pertanyaan ini dulu:

Apakah bakat inovasi itu adalah hal yang langka dan perlu kita cari? Sudah belum sih kita berinvestasi untuk memahami secara mendalam dan mengembangkan kompetensi para pemimpin inovasi yang akan kita rekrut? Apakah kita dianggap sebagai perusahaan pilihan oleh talenta inovasi yang ingin kita rekrut? Jika tidak, mengapa tidak? Langkah apa yang kita ambil untuk mempertahankan karyawan dengan potensi inovasi yang tinggi?

2. Riset apa yang dibutuhkan pelanggan dan mencari inovasi baru

Suara pelanggan sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi di pasar. Kadang pendapat konsumen bisa menjadi indikator dari perubahan yang akan datang. Untuk tahu apa cara atau pendekatan yang kita lakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan itu penting, pengusaha bisa menjawab pertanyaan ini:

“Apakah kita memulai proses pengembangan inovasi dengan teknologi atau punya peta produk dan perbandingannya dengan peta pengalaman pelanggan?” tulis World Economic Forum yang dilansir pada Senin (20/7/2020).

Kedua, berapa banyak yang kita investasikan dalam mencari peluang daripada bereaksi terhadap ide-ide dari penelitian dan pengembangan (litbang), operasi, dan tenaga penjualan.

3. Jangan takut ambil risiko dan belajar dari kesalahan

Pengusaha juga harus mendorong pengambilan risiko secara bijaksana. Organisasi yang inovatif biasanya menumbuhkan toleransi untuk mengambil risiko dengan mendukung eksperimen cepat-gagal dan belajar dari kekecewaan atas kesalahan inovasi mereka.

Siapa pun tidak akan senang dengan ketidakpastian. Tetapi cara perusahaan mengatasi ketidakpastian yang tidak dapat dikurangi ini dengan memisahkan para pemimpin pertumbuhan dari para penghambat ide mereka.

Para pengusaha harus membedakan kekecewaan mereka, berbagi resiko dengan rekan pengembangan mereka dan menahan serta mengelola risiko ini dengan taruhan yang kecil dan bertahap. Mereka mengambil tanda-tanda dari startup untuk mengadaptasi konsep-konsep seperti prototyping cepat, eksperimen yang hemat dan metodologi yang ringkas.

Kategori
BUSINESS

BRI Tingkatkan Bisnis Pelaku UMKM Hingga Dapat Go Global Lho

BRI Tingkatkan Bisnis Pelaku UMKM Hingga Dapat Go Global Lho

BRI Tingkatkan Bisnis Pelaku UMKM Hingga Dapat Go Global LhoUMKM adalah singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menetapkan definisi UMKM dan kriterianya dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. 

Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha peroranga. Yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana tertuang dalam UU UMKM.

Guna meningkatkan bisnis para pelaku UMKM terlebih di masa pandemik seperti saat ini, BRI menggelar BRILIANPRENEUR UMKM Export 2020. Selain sebagai acar puncak dari rangkaian HUT Bank BRI ke-125. Kegiatan tersebut juga sebagai ajang pameran industri kreatif bagi pelaku UMKM Indonesia agar mampu bersaing secara global.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, saat pertama kali BRILIANPRENEUR UMKM Export diadakan pada tahun 2019, BRI mampu memfasilitasi 23 kontrak antara para pelaku UMKM dengan buyer yang berasal dari poker online deposit pulsa tri luar negeri dengan nilai kontrak sebesar USD33,5 juta atau Rp473 miliar.

“Alhamdulillah kita adakan BRILIANPRENEUR UMKM Export yang pertama dan menurut saya sukses karena 3 hari dikunjungi 16 ribu orang dan tahun lalu bisa memfasilitasi 23 kontrak, dan nilainya USD33,5 juta. Saya kira terobosan yang bagus selama 3 hari kita bisa mempertemukan UMKM kita dengan buyer luar negeri,” ujar Sunarso dalam Konferensi Pers Daring UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020 yang digelar secara virtual, Selasa (1/12/2020).

Meskipun event pada tahun ini diadakan secara virtual, BRI tetap memberikan panggung bagi UMKM untuk dapat tampil di pasar global. Selain itu, para pelaku UMKM juga berkesempatan bertemu dengan potential buyers dari berbagai negara.

1. Sunarso yakin BRILIANPRENEUR UMKM Export 2020 bisa mendatangkan lebih banyak buyer
Ini Cara Keren BRI Tingkatkan Bisnis Pelaku UMKM Hingga Go Global

Sunarso menambahkan, pada gelaran Acara (BRILIANPRENEUR UMKM Export 2020), BRI berkomitmen bisa memfasilitasi lebih dari 23 kontrak dan berharap nilai kontraknya bisa mencapai USD50 juta. Beliau pun yakin dan optimistis Acara (BRILIANPRENEUR UMKM Export) tahun ini bisa mendatangkan lebih banyak buyer daripada sebelumnya meskipun digelar secara virtual.

“Kalau tahun lalu kita bisa memfasilitasi 23 kontrak, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih dari itu, dan nilainya syukur-syukur bisa melebihi USD 50 juta sudah bagus. Sebenarnya yang penting adalah setelah 3 hari itu. Sepanjang tahun, UMKM kita banyak yang berkontrak dengan buyer di luar negeri,” jelasnya.

2. Proses kurasi berjalan panjang dan profesional
Ini Cara Keren BRI Tingkatkan Bisnis Pelaku UMKM Hingga Go Global

Sementara itu, Kurator BRILIANPRENEUR 2020 Kategori Home Decor and Craft, Diana Nazir, mengungkapkan bahwa proses kurasi menentukan dan menetapkan para pelaku UMKM yang terpilih untuk tampil di BRILIANPRENEUR 2020 benar-benar proses yang panjang dan profesional. Kurasi pun berjalan 2 tahap, yaitu di bulan Agustus dan Oktober.

“Pendaftaran melalui website www.brilianpreneur.com. Data yang masuk diperiksa secara administrasi. Kemudian dibagikan kepada kurator sesuai bidang keahlian masing-masing. Lalu dipanggil yang lolos untuk menghadirkan produknya secara fisik (dikirim). Interview pun melalui konferensi video untuk tahu lebih jelas secara detail produk UMKM-nya. Jadi, kami memastikan produk-produk dari ajang BRILIANPRENEUR 2020 sangat pantas untuk dipasarkan hingga ke kancah internasional,” katanya.

3. Semakin banyak mengonsumsi produk UMKM, tenaga kerja akan terserap dan tersalurkan
Ini Cara Keren BRI Tingkatkan Bisnis Pelaku UMKM Hingga Go Global

Dirut BRI Sunarso juga berujar bahwa tenaga kerja akan terserap dan tersalurkan oleh produk-produk dari UMKM yang banyak mengonsumsi. Semakin banyak produk UMKM baik domestik maupun ekspor yang diproduksi, artinya akan meningkatkan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanah Air.

“Itulah salah satu tujuan utama penyelenggaraan BRILIANPRENEUR, yaitu memasarkan produk UMKM kita, yang tidak hanya diserap untuk pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor,” ujarnya.

Sunarso juga menjelaskan, sebenarnya UMKM masyarakat Tanah Air lebih membutuhkan edukasi dengan menempatkan UMKM sejajar dengan bank sebagai mitra. Ia pun menjabarkan beberapa cara untuk mengedukasi UMKM versi BRI