Kategori
internet

Tiongkok Semakin Perketat Aturan Penggunaan Internet

Tiongkok Semakin Perketat Aturan Penggunaan Internet

Tiongkok Semakin Perketat Aturan Penggunaan Internet -Otoritas berwenang Tiongkok semakin memperketat aturan internetnya. Jangkauan sensor akan mulai di terapkan semakin meluas ke berbagai informasi yang tidak hanya terkait politik dan militer, tapi juga ke bidang informasi lain.

Cyberspae Administration of China (CAC) yang berwenang dalam mengatur hal tersebut, mulai minggu depan akan meminta para blogger dan influencer untuk memiliki kredensial yang disepakati pemerintah sebelum mereka mempublikasikan berbagai topik.

Izin seperti ini sebenarnya telah di terapkan sejak tahun 2017 lalu. Tapi hanya sekitar karya tulis dalam bidang politik dan militer saja. Kini otoritas tersebut memperluas jangkauan topik idn poker99 yang meliputi masalah kesehatan, ekonomi, pendidikan dan peradilan.

1. Ruang berekspresi makin menyusut

Tiongkok adalah salah satu negara besar dengan ketangguhan ekonomi luar biasa yang paling terkenal memantau dengan ketat informasinya. Tidak seperti negara-negara Barat atau negara lain yang berpijak diatas pondasi demokrasi, Tiongkok dengan ideologi komunismenya memiliki kekuasaan untuk secara sistematis mengatur dan mengekang penduduknya.

Bahkan dalam urusan tulisan di situs mikroblogging, mereka yang biasanya menulis masalah-masalah politik dan militer mulai kehilangan kebebasan. Melansir dari laman Associated Press, salah satu profesor hubungan internasional di negara tersebut, mengeluh tentang aturan pengekangan baru itu.

Nama profeseor tersebut adalah Ma Xiaolin dan di situs mikroblogging populer Tiongkok, ia memiliki dua juta pengikut. Pihak pengelola situs mikroblogging itu baru-baru ini mengabari Ma tentang aturan baru postingan terkait topik militer, ekonomi dan politik. Pengelola situs memberitahukan Ma tidak boleh lagi menerbitkan tulisan sebelum memiliki kredensial dari pemerintah.

Ma Xiaolin yang menjadi peneliti urusan hubungan internasional dan seorang kolumnis itu mengatakan “sepertinya saya hanya bisa menempuh jalur hiburan, makanan dan minuman sekarang,” keluhnya.

Ma, sering menulis tentang perkembangan Timur Tengah. Ia termasuk salah satu penulis mikroblogging populer. Tapi kini ruang untuk berbicara semakin menyusut dengan perubahan kebijakan yang baru.

2. Melarang konten asli

Kredensial atau persyaratan yang menyatakan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu, harus di miliki seorang blogger atau influencer dan mereka akan mendapatkannya dari pemerintah. Mereka juga tak akan lagi bisa menerbitkan tulisan asli mereka sendiri jika tidak memilikinya. Dengan begitu, akan sulit untuk menemukan informasi orisinal dari publik karena semua arus informasi di kontrol oleh pemerintah.

Melansir dari laman The Hindu, CEO Weibo, situs mikroblogging populer Tiongkok yang bernama Wang Gaofei, menyatakan “komentar pada berita yang di rilis oleh media resmi di izinkan tetapi komentator tidak dapat “merilis berita” sendiri.

Dalam amatan seorang pakar kebijakan media sosial Tiongkok, Titus Chen, di National Sut Yat Sen University Taiwan, dia mengatakan “Regulator ingin mengontrol seluruh prosedur produksi informasi,” jelasnya.

Sejauh ini, belum jelas apa yang akan terjadi kepada para blogger atau influencer yang melanggar aturan. Namun menurut CAC, “Revisi kebijakan ini di maksudkan untuk ‘menstandarisasi dan mengarahkan akun publik dan platform layanan informasi agar lebih sadar diri dalam menjaga arah opini publik yang benar.”

3. ‘Self Media’ di anggap jahat oleh Tiongkok
Tiongkok Perketat Aturan Internet 

Raksasa-raksasa teknologi Tiongkok seperti mesin pencari Baidu, aplikasi perpesanan WeChat, Sohu, Weibo dan Tencent, sebagian besar menerbitkan pemberitahuan tentang perubahan kebijakan pengetatan aturan tersebut. Di Sohu, akun tanpa kredensial di larang menulis artikel dan komentar tentang politik, ekonomi, militer, diplomatik dan urusan publik adalah topik yang di larang.

Selain itu, akun-akun tanpa kredensial juga tidak boleh mengambil di luar konteks. Dan mendistorsi konten Partai serta sejarah negara, baik itu berita maupun komentar.

Melansir dari laman Australian Broadcasting Coorporation. Seorang pakar sensor digital di University of California of Berkeley. Mengatakan “Ini masalah besar, ini kampanye besar-besaran.” Menurutnya, aturan baru yang semakin menekan para blogger dan influencer. Adalah cermin kekhawatiran tindakan sensor pemerintah Tiongkok. Yang bahkan tidak di ketahui dengan jelas apa yang membuat otoritas merasa tidak aman.

Pihak pemerintah Tiongkok sendiri, selama pandemi, menyatakan bahwa “Self Media dengan jahat menciptakan rumor. Dan dengan santai mengabaikan privasi orang lain, sangat berdampak pada stabilitas. Serta harmoni masyarakat dan merusak hukum serta kepentingan orang lain. Jelasnya dalam perubahan regulasi terbaru yang akan mulai di terapkan minggu depan

Kategori
internet

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet & Ditanggapi Alibaba

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet & Ditanggapi Alibaba

Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet & Ditanggapi Alibaba – Penyedia jasa Internet (PJI) (bahasa Inggris: Internet service provider  disingkat ISP) adalah perusahaan atau badan yang menyediakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan  perusahaan telepon merupakan penyedia jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (Administration for Market Regulations), regulator pasar utama Tiongkok. Mengeluarkan pedoman yang diklaim bertujuan untuk mencegah monopoli internet terjadi pada awal November lalu.

Pedoman yang masih dalam bentuk draf itu diterbitkan di situs lembaga tersebut pada 10 November 2020. Mereka mengunggah draf itu untuk meminta pendapat publik tentang draf tersebut hingga akhir bulan ini. Mereka juga menyambut baik saran untuk revisi, kata lembaga itu.

Pada saat baru diterbitkan, draf tersebut membuat takut investor dan menyebabkan saham-saham teknologi Tiongkok berguguran di aplikasi idn poker open card bursa. Mencatatkan kerugian hingga 250 miliar dolar AS. Namun, baru-baru ini draf tersebut mendapat dukungan dari salah satu perusahaan terbesar di Tiongkok, Alibaba.

1. Dukungan Alibaba
Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO Alibaba

CEO Alibaba Daniel Zhang menyampaikan dukungannya untuk draf aturan tersebut pada Senin (23/11/2020). Zhang menyebut rencana regulator Tiongkok untuk memperketat pembatasan pada perusahaan internet, sebagai langkah yang tepat waktu dan perlu dilakukan.

Zhang juga mengaku menyambut lebih banyak regulasi, dan menekankan bahwa ekonomi digital Tiongkok. sejauh ini dapat berkembang dan berinovasi dengan cepat, berkat kebijakan pemerintah.

“Saat industri internet China terus berkembang, banyak masalah dan tantangan baru pasti akan muncul. dan pemerintah perlu mengelolanya dengan kebijakan dan peraturan yang mengikuti perkembangan zaman,” sambung Zhang.

Saham Alibaba yang diperdagangkan di Hong Kong ditutup naik hampir 5 persen setelah pidato Zhang.

2. Perubahan aturan dalam draf
Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO Alibaba

Menurut analis dari perusahaan pialang Morningstar, Dan Baker. Draf pedoman itu memuat beberapa perilaku monopoli segera menjadi ilegal. seperti menuntut para pedagang untuk hanya memilih satu platform online. menjual di bawah biaya dan tindakan diskriminasi harga untuk konsumen berdasarkan analisis data.

“Efek finansial akan bergantung pada penegakan hukum berikutnya, tetapi kami yakin. Alibaba mewarisi eksposur operasional yang lebih negatif terhadap aturan antitrust. Dibandingkan dengan JD dan Tencent,” tulis Baker dalam sebuah catatan awal bulan ini.

3. Aturan Tiongkok pernah dikritik pendiri Alibaba
Tiongkok Perketat Regulasi Perusahaan Internet, Ini Reaksi CEO Alibaba

Meski aturan itu mendapat dukungan Alibaba di bawah Zhang, namun ternyata pendiri awal perusahaan itu, Jack Ma, pernah secara terbuka mengkritik aturan pemerintah sebulan sebelumnya.

Aturan yang dikritik Ma itu adalah rancangan peraturan untuk perusahaan pemberi pinjaman konsumen online seperti Ant. Peraturan yang diusulkan, termasuk membatasi pinjaman kepada peminjam perorangan sebesar 300.000 yuan, dan mewajibkan Ant mendanai 30 persen dari pinjaman apa pun yang dipinjamkannya bersama dengan bank.

Saat ini, Ant hanya perlu menyediakan 2 persen dana jika memberikan pinjaman bersama bank, menurut catatan dari Fitch Ratings, Minggu, 22 November 2020.

“Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan pendekatan regulasi pemerintah terhadap konglomerat internet besar,” tulis analis Fitch. “Ini menunjukkan perhatian di antara regulator tentang risiko yang ditimbulkan oleh perusahaan seperti Ant,”

Atas dasar itu, secara terbuka mengkritik regulator Tiongkok karena membuat aturan yang menghambat inovasi, dan mengecam bank-bank negara itu lantaran memiliki mentalitas pegadaian.

Sebagai tanggapan atas komentar Ma, regulator, penawaran umum perdana (Initial Public Offering / IPO) Ant Group yang sangat dinantikan. Ant Group merupakan perusahaan teknologi yang keuangan berafiliasi dengan Alibaba dan dikendalikan Ma. IPO perusahaan itu telah digadang-gadang sebagai yang terbesar dalam sejarah