Kategori
internet

Militer Myanmar Blokir Internet saat Demo Tolak Kudeta Membesar

Militer Myanmar Blokir Internet saat Demo Tolak Kudeta Membesar

Militer Myanmar Blokir Internet saat Demo Tolak Kudeta Membesar – Kudeta ( merobohkan legitimasi atau pukulan terhadap negara) adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa “penggambilalihan kekuasaan”, “penggulingan kekuasaan” sebuah pemerintahan negara dengan menyerang (strategis, taktis, politis) legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan.

Saat ini Militer Myanmar telah memblokir akses internet ketika ribuan warga bergabung dalam aksi protes mengecam kudeta dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi. Pada 1 Februari 2021, pihak militer yang di pimpin Jenderal Min Aung Hlaing menahan Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint.

Mereka ditahan karena tudingan kecurangan pada pemilu yang di menangi oleh Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) Suu Kyi. Pemblokiran internet terjadi dengan konektivitas turun 16 persen dari tingkat biasa, kata kelompok pemantau Poker Deposit 10000 Tanpa Potongan NetBlocks Internet Observatory seperti dilansir BBC, Sabtu (6/2/2021).

1. Pemblokiran internet dan aplikasi media sosial di Myanmar

Pemblokiran internet terjadi beberapa jam setelah militer memblokir akses ke Twitter dan Instagram untuk menghentikan orang-orang yang bergerak untuk protes. Facebook bahkan telah di blokir sehari sebelumnya.

BBC melaporkan banyak wrga yang mencoba membuka akses internet menggunakan virtual private networks (VPN), sayangnya pemblokiran internet tetap menghalanginya.

Berdasarkan laporan Reuters, organisasi masyarakat sipil mendesak penyedia internet dan jaringan seluler untuk  menentang perintah pemblokiran internet tersebut. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menyebut pemblokiran internet itu merupakan tindakan keji dan sembrono.

2. Media sosial sempat jadi sumber utama informasi bagi masyarakat tentang kudeta
Militer Myanmar Blokir Internet saat Demo Tolak Kudeta Membesar 

Pemblokiran Facebook di awali karena banyak warga Myanmar yang menyaksikan kudeta itu berlangsung secara real time di Facebook, yang merupakan sumber informasi dan berita utama negara itu. Tetapi tiga hari kemudian, penyedia internet di perintahkan untuk memblokir platform tersebut karena alasan stabilitas.

Menyusul larangan tersebut, ribuan pengguna aktif di Twitter dan Instagram menggunakan tagar untuk menyatakan penentangan mereka terhadap pengambilalihan tersebut. Pada pukul 22:00 waktu setempat.

3. Belum ada tanggapan dari pemerintah Myanmar
Militer Myanmar Blokir Internet saat Demo Tolak Kudeta Membesar 

Namun hingga saat ini, pihak militer belum berkomentar terkait pemblokiran ini. AFP melaporkan telah melihat dokumen kementerian yang belum di verifikasi yang mengatakan dua situs media sosial itu menyebabkan kesalahpahaman di antara publik.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan larangan itu merusak “percakapan publik dan hak orang untuk membuat suara mereka di dengar”. Facebook, yang memiliki Instagram, meminta pihak berwenang untuk “memulihkan konektivitas”.