Kategori
Society

Paus Fransikus Kecam Orang-orang yang Hindari Lockdown

Paus Fransikus Kecam Orang-orang yang Hindari Lockdown

Paus Fransikus Kecam Orang-orang yang Hindari Lockdown – Karantina wilayah adalah penerapan karantina terhadap suatu daerah atau wilayah tertentu dalam rangka mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar wilayah tersebut, untuk tujuan tertentu yang mendesak.

Saat Paus Fransikus mengecam dan melontarkan kritik kepada orang-orang yang terbang melarikan diri dari penguncian di negaranya untuk berlibur dan bersenang-senang. Kecaman itu disampaikan oleh Paus Fransiskus saat memberikan pemberkatan Angelus di Vatikan. Biasanya, pemberkatan Angelus dilakukan dari jendela menghadap Lapangan Santo Petrus.

Tapi kali ini pemberkatan Angelus tersebut dilakukan di dalam idn poker open card asia Istana Apostolik Vatikan, karena menghindari kerumunan untuk membatasi penyebaran COVID-19. Paus menyampaikan kritik tersebut pada hari Minggu, 3 Januari 2021. Paus prihatin dengan keadaan orang-orang yang sedang di landa kesusahan baik secara finansial maupun kesehatan.

1. Sikap empati di masa pandemi
Paus Fransikus Kecam Orang-orang yang Hindari Lockdown

Total infeksi virus corona yang tercatat saat ini menurut Worldometer adalah 85 juta kasus. Total korban yang meninggal karena virus corona adalah 1,8 juta orang. Itu semua bukan sebatas angka, tapi setiap satu jiwa yang terinfeksi, setiap satu jiwa yang meninggal, memiliki segudang cerita yang telah membuatnya bertahan dalam kehidupan.

Ratusan negara telah sibuk mencoba mempertahankan diri dari kehancuran ekonomi dengan melakukan pelbagai macam kebijakan. Hampir semua negara, selalu menghindari opsi penguncian nasional (lockdown). Opsi tersebut hanya diambil jika benar-benar sebaran infeksi diperkirakan lepas kontrol.

Oleh sebab itu, ketika Paus Fransiskus membaca berita-berita tentang orang-orang yang “melarikan diri” melakukan liburan untuk menghindari tindakan penguncian di negaranya, Paus mengecam dan mengkritiknya. Melansir dari laman The Guardian, Paus mengatakan “mereka tidak memikirkan tentang orang-orang yang tinggal di rumah, tentang masalah ekonomi banyak orang yang terkena dampak penguncian, orang-orang yang sakit—hanya pergi berlibur dan bersenang-senang” (3/1). Paus Fransiskus dengan jelas mengungkapkan kesedihannya.

2. Menjaga masing-masing diantara kita
Paus Fransikus Kecam Orang-orang yang Hindari Lockdown

Virus corona yang menyebar dengan cepat lewat udara dan beberapa benda-benda yang menjadi tempat singgahnya, telah menjadi “monster” mematikan yang belum pernah ada dalam bayangan umat manusia modern. Posisi saat ini umat manusia di himbau menjaga diri dan orang-orang yang di cintainya agar tidak tertular.

Karena itu, Paus mengatakan “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tahun 2021. Tetapi masing-masing di antara kita, yang dapat kita semua lakukan hanyalah komitmen untuk menjaga satu sama lain” katanya seperti di lansir dari Vatican News (3/1).

Paus memberikan nasehat kepada orang-orang beriman agar memiliki perasaan empati kepada orang lain yang sedang menanggung kesedihan dan penderitaan. Solidaritas dan merasakan penderitaan orang lain penting di masa tahun yang suram ini, di mana pandemi masih terus berjalan dan lonjakan kasus baru masih saja terjadi di beberapa negara di dunia.

3. Kekecewaan terhadap perilaku pejabat
Paus Fransikus Kecam Orang-orang yang Hindari Lockdown

Apa yang di serukan oleh Paus Fransiskus adalah sebuah nasihat keprihatinan. Untuk ikut merasakan penderitaan jutaan orang yang terkena dampak COVID-19. Meskipun memang benar bahwa pandemi telah banyak menghancurkan sektor wisata. Namun ketika negara memutuskan untuk melakukan penguncian. Maka infeksi virus benar-benar di perkirakan di luar kendali. Dan orang-orang di desak untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting seperti liburan, misalnya.

Sebuah kasus yang terjadi di Kanada bisa di jadikan sebagai sebuah contoh, bagaimana publik kecewa dengan perilaku pejabatnya. Rod Phillips, Menteri Keuangan di Ontario, negara bagian terpadat di Kanada melakukan liburan di Karibia pada 13 Desember 2020. Ketika orang-orang sedang berada cengkeraman COVID-19 dan kota melakukan penguncian. Sontak publik kecewa dan marah ketika mengetahui perilaku pejabat tersebut.

Melansir dari laman US News, partai-partai oposisi dan para petugas kesehatan menyerukan untuk memecat Phillips dari kabinet. Ketika Pillips kembali dari liburan, dia mengatakan telah membuat “kesalahan yang bodoh” dan meminta permohonan maaf. Phillips kemudian membuat surat pengunduran diri yang di terima oleh Perdana Menteri Ontario, Doug Ford.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *