Kategori
NEWS

Para Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris

Para Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris

Para Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris – Pembawa acara berita adalah pembawa acara berita di televisi atau radio. Istilah ini biasa dipakai di industri televisi di Indonesia dan merupakan padanan penyiar berita yang juga banyak dipakai di radio.

Secara internasional dikenal tiga kategori yakni pembaca berita (newsreader), penyiar berita (newscaster), dan jangkar berita (newsanchor). Pembawa acara atau presenter berita adalah salah satu profesi idaman yang banyak diincar orang.

Selain harus cerdas dan menguasai idn poker open card asia public speaking, penampilan luar juga tentu menjadi salah satu syarat, apalagi mereka yang setiap hari harus di depan kamera. Karena itu, tak heran jika kita sering melihat pembawa berita yang memesona bak selebriti, bahkan rasanya lebih cocok menjadi aktris.

1. Pasti gak asing lagi dengan si cerdas Sumi Yang. Presenter berita Metro Xinwen yang fasih berbahasa Mandarin
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
2. Zackia Arfan, presenter berita Metro Pagi dan Metro Siang, sudah 13 tahun berkarier di Metro TV. Punya wajah blasteran yang cocok jadi aktris
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
3. Sheila Purnama juga menarik perhatian penonton sejak masih di NET. hingga sekarang berpindah ke Indosiar
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
4. Sukses menjadi presenter berita di RCTI, Shafinaz Nachiar punya banyak fans yang mendukungnya jadi aktris
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
5. Punya senyuman manis, Brigita Ferlina tak hanya cocok sebagai presenter berita, tapi juga aktris. Setuju?
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
6. Sejak awal kariernya, Senandung Nacita sudah sering dielukan lebih cocok jadi aktris. Namun, ia lebih memilih jadi presenter berita di SCTV
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
7. Glory Oyong jadi salah satu presenter berita terfavorit di Metro TV. Ternyata dulunya ia adalah model, gak heran kalau visualnya memesona
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
8. Utrich Farzah jadi salah satu presenter berita senior di Indosiar. Pesonanya juga gak main-main!
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
9. Mengawali karier di ajang Miss Indonesia, kini Ajeng Kamaratih jadi salah satu presenter berita andalan Metro TV. Visualnya juga cocok jadi aktris!
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris
10. Siapa tak kenal Marissa Anita, presenter berita satu ini berhasil terjun di dunia akting, salah satu film hits-nya adalah ‘Perempuan Tanah Jahanam’
Visual Memukau, 10 Presenter Berita Wanita Ini Lebih Cocok Jadi Aktris

Itu dia sepuluh presenter berita wanita yang cocok jadi aktris. Selain cerdas dan berprestasi, mereka juga punya visual seorang aktris.

 

Kategori
NEWS

Australia Ingin Agar Facebook dan Google Bayar Untuk Konten Berita

Australia Ingin Agar Facebook dan Google Bayar Untuk Konten Berita

Australia Ingin Agar Facebook dan Google Bayar Untuk Konten Berita – Konten media merupakan berbagai segala bentuk konten atau isi dalam sebuah media di dunia teknologi yang ada pada saat ini. Seperti blog, wiki, forum diskusi, chattingtweetpodcastingpin, gambar digital, video, file audio. Bahkan iklan hingga berbagai bentuk konten media lainnya. Yang terbentuk melalui buatan dari para pengguna sistem atau layanan online yang sering kali dilakukan lewat sebuah situs media sosial. Penggunaan konten-konten yang ada pada media sosial utama paling banyak terjadi pada tahun 2005.

Australia berencana untuk membuat regulasi baru yang membuat sejumlah perusahaan teknologi membayar kompensasi pada setiap konten dalam platform berita di negaranya. Pemerintah Australia sudah melakukan pematangan aturan baru tersebut untuk melindungi para jurnalis lepas.

Salah satu perusahaan teknologi besar yang akan terdampak dari aturan ini adalah Facebook dan Google. Nantinya kedua perusahaan tersebut akan memberikan kompensasi pada setiap game poker 99 artikel berita yang tayang.

1. Pemerintah tetapkan aturan media baru di Australia

Pemerintah Australia sudah mematangkan agenda untuk mengajukan kebijakan baru agar Facebook dan Google memberikan kompensasi terhadap berita dari Australia. Proposal hukum ini rencananya akan diajukan ke parlemen pada minggu ini sesuai dengan kesepakatan bersama dengan dua perusahaan teknologi besar tersebut.

Menurut Departemen Keuangan Australia, Josh Frydenberg mengatakan pada reporter bahwa, “Ini merupakan reformasi besar pertama di dunia dan dunia sedang melihat apa yang terjadi di Australia. Legislasi didesain untuk memastikan aturan-aturan mengenai dunia digital mencerminkan aturan di dunia nyata. Dan pemerintah berhak mengintervensi untuk mempertahankan dunia media”

2. Berfungsi memberikan keadilan bagi perusahaan media dan jurnalis lepas

Regulasi baru dan pertama kali diterapkan di dunia ini berfungsi untuk melindungi para jurnalis independen di Australia. Pasalnya hingga kini hampir seluruh negara bergantung pada iklan langsung dari perusahaan sosial media. Dan mesin pencari terbesar di dunia tersebut.

Akibatnya kedua perusahaan besar tersebut terus haus akan berita sebagai sumber pendapatan mereka. Tapi justru berdampak pada ditutupnya dan kurangnya pekerjaan, dilansir dari Al Jazeera.

Nantinya regulasi ini akan disepakati oleh beberapa perusahaan media di Australia. Termasuk Australian Broadcasting Corporation (ABC) .dan pihak swasta seperti News Corp, Nine Entertainment dan SBS.

3. Mendapat penolakan dari Facebook dan Google

Melansir dari  Al Jazeera , sebelumnya Facebook telah melakukan protes terkait aturan baru ini melalui postingannya pada bulan Agustus lalu. Perusahaan sosial media tersebut mengungkapkan hubungan yang terjadi ketidakadilan yang membuat pihak penerbit menarik upah semau mereka. 

Bahkan mereka sempat waspada untuk memantau berita asal media Australia untuk menayangkan berita mereka melalui Facebook dan Instagram, peraturan perundang-undangan ini menjadi hukum. Namun Facebook akhirnya mau untuk menilik kembali regulasi ini dan bekerja sama dengan untuk membantu perusahaan media di negaranya, dilansir dari  The Guardian