Kategori
NEWS

Australia Ingin Agar Facebook dan Google Bayar Untuk Konten Berita

Australia Ingin Agar Facebook dan Google Bayar Untuk Konten Berita

Australia Ingin Agar Facebook dan Google Bayar Untuk Konten Berita – Konten media merupakan berbagai segala bentuk konten atau isi dalam sebuah media di dunia teknologi yang ada pada saat ini. Seperti blog, wiki, forum diskusi, chattingtweetpodcastingpin, gambar digital, video, file audio. Bahkan iklan hingga berbagai bentuk konten media lainnya. Yang terbentuk melalui buatan dari para pengguna sistem atau layanan online yang sering kali dilakukan lewat sebuah situs media sosial. Penggunaan konten-konten yang ada pada media sosial utama paling banyak terjadi pada tahun 2005.

Australia berencana untuk membuat regulasi baru yang membuat sejumlah perusahaan teknologi membayar kompensasi pada setiap konten dalam platform berita di negaranya. Pemerintah Australia sudah melakukan pematangan aturan baru tersebut untuk melindungi para jurnalis lepas.

Salah satu perusahaan teknologi besar yang akan terdampak dari aturan ini adalah Facebook dan Google. Nantinya kedua perusahaan tersebut akan memberikan kompensasi pada setiap game poker 99 artikel berita yang tayang.

1. Pemerintah tetapkan aturan media baru di Australia

Pemerintah Australia sudah mematangkan agenda untuk mengajukan kebijakan baru agar Facebook dan Google memberikan kompensasi terhadap berita dari Australia. Proposal hukum ini rencananya akan diajukan ke parlemen pada minggu ini sesuai dengan kesepakatan bersama dengan dua perusahaan teknologi besar tersebut.

Menurut Departemen Keuangan Australia, Josh Frydenberg mengatakan pada reporter bahwa, “Ini merupakan reformasi besar pertama di dunia dan dunia sedang melihat apa yang terjadi di Australia. Legislasi didesain untuk memastikan aturan-aturan mengenai dunia digital mencerminkan aturan di dunia nyata. Dan pemerintah berhak mengintervensi untuk mempertahankan dunia media”

2. Berfungsi memberikan keadilan bagi perusahaan media dan jurnalis lepas

Regulasi baru dan pertama kali diterapkan di dunia ini berfungsi untuk melindungi para jurnalis independen di Australia. Pasalnya hingga kini hampir seluruh negara bergantung pada iklan langsung dari perusahaan sosial media. Dan mesin pencari terbesar di dunia tersebut.

Akibatnya kedua perusahaan besar tersebut terus haus akan berita sebagai sumber pendapatan mereka. Tapi justru berdampak pada ditutupnya dan kurangnya pekerjaan, dilansir dari Al Jazeera.

Nantinya regulasi ini akan disepakati oleh beberapa perusahaan media di Australia. Termasuk Australian Broadcasting Corporation (ABC) .dan pihak swasta seperti News Corp, Nine Entertainment dan SBS.

3. Mendapat penolakan dari Facebook dan Google

Melansir dari  Al Jazeera , sebelumnya Facebook telah melakukan protes terkait aturan baru ini melalui postingannya pada bulan Agustus lalu. Perusahaan sosial media tersebut mengungkapkan hubungan yang terjadi ketidakadilan yang membuat pihak penerbit menarik upah semau mereka. 

Bahkan mereka sempat waspada untuk memantau berita asal media Australia untuk menayangkan berita mereka melalui Facebook dan Instagram, peraturan perundang-undangan ini menjadi hukum. Namun Facebook akhirnya mau untuk menilik kembali regulasi ini dan bekerja sama dengan untuk membantu perusahaan media di negaranya, dilansir dari  The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *